Tuesday, July 3, 2018

Bab 1 (part C)

C. Mengenal Manusia Purba

Kini Situs Manusia Purba Sangiran telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia, tentu ini sangat membanggakan bangsa Indonesia. Pengakuan tersebut didasari berbagai pertimbangan yang kompleks. Satu di antaranya karena di wilayah tersebut tersimpan ribuan peninggalan manusia purba yang menunjukkan proses kehidupan manusia dari
masa lalu.


Di bawah ini akan dipaparkan beberapa penemuan penting

fosil manusia di beberapa tempat


1. Sangiran

Sangiran merupakan sebuah kompleks situs manusia purba dari Kala Pleistosen yang
paling lengkap dan paling penting di Indonesia, dan bahkan di Asia. Lokasi tersebut merupakan pusat perkembangan manusia dunia, yang memberikan petunjuk tentang keberadaan manusia
sejak 150.000 tahun yang lalu.

Situs Sangiran itu mempunyai luas
delapan kilometer pada arah utara-selatan dan tujuh kilometer
arah timur-barat. Situs Sangiran merupakan suatu kubah raksasa
yang berupa cekungan besar di pusat kubah akibat adanya erosi di
bagian puncaknya. Kubah raksasa itu diwarnai dengan perbukitan
yang bergelombang. Kondisi deformasi geologis itu menyebabkan
tersingkapnya berbagai lapisan batuan yang mengandung fosil-fosil
manusia purba dan binatang, termasuk artefak

Materi tanah di Situs Sangiran berupa endapan lempung hitam dan pasir
fluvio-vulkanik, tanahnya tidak subur dan terkesan gersang pada
musim kemarau.

Ditemukan dan diteliti pertama kali oleh P.E.C. Schemulling tahun 1864, dengan laporan
penemuan fosil vertebrata dari Kalioso, bagian dari wilayah Sangiran.

(Eugene Dubois juga pernah datang ke Sangiran,
akan tetapi ia kurang tertarik dengan temuan-temuan
di wilayah Sangiran.)

Penemuan artefak pertama ada pada tahun 1934..... Gustav Heindrich Ralph von Koenigswald menemukan artefak litik di wilayah Ngebung yang terletak sekitar dua kilometer di barat laut kubah Sangiran. Artefak litik itulah yang kemudian menjadi temuan penting bagi Situs Sangiran.

Situs Sangiran menjadi sangat terkenal berkaitan dengan penemuan2 fosil Homo erectus secara sporadis dan berkesinambungan. Homo erectus adalah takson paling penting dalam sejarah manusia, sebelum masuk pada tahapan manusia Homo sapiens, manusia modern.

2. Trinil, Ngawi, Jawa Timur




No comments:

Post a Comment